Nissan adalah salah satu perusahaan yang memproduksi mobil asal Jepang yang memasarkan mobilnya untuk seluruh dunia termasuk Indonesia. Mobil-mobil hasil produksi Nissan ini sudah dikenal oleh masyarakat Indonesia memiliki kualitas dan kenyamanan yang sangat baik. Karena kualitas dari mobil merk Nissan yang baik inilah yang menyebabkan masih banyak orang yang mecari dan ingin membeli mobil bekas Nissan di pasaran baik melalui show room mobil bekas ataupun melalui penjual perorangan. Sudah bukan rahasia lagi kalau mobil bekas merk Nissan dipasaran harganya akan lebih murah dibandingkan dengan mobil-mobil bekas merk Jepang lainnya.

Kebijakan pihak Nissan Jepang yang terbaru adalah menutup pabrik yang memproduksi mobil di Indonesia. Tutupnya pabrik Nissan, bakal berdampak ke brand image mobil ini. Muncul tanda tanya soal layanan servis dan purnajual, dengan begitu apakah harga mobil bekas Nissan bakal makin anjlok atau tidak.

Dijelaskan pemilik Indigo Auto di daerah Tangerang, Yudy Budiman, tutupnya pabrik Nissan tidak serta merta memengaruhi harga mobil Nissan di pasar mobil bekas. Jika memang ada penurunan, itu lebih kepada akibat dampak pandemi virus Corona. “Menurut saya, kalaupun ada penururunan harga mobil bekas Nissan, bukan karena pabrik Nissan tutup. Tapi karena ada COVID-19. Semua mobil bekas rata-rata turun 10 persen sampai 20 persen,” kata Yudy, melalui sambungan telepon kepada detikOto, belum lama ini.

Lanjut Yudy menambahkan, sejak dulu mobil bekas Nissan memang sudah dikenal dengan harganya yang jatuh. Penyebabnya karena biaya perawatan yang mahal dan servis yang sulit. “Biaya servis Nissan bisa 150 persen sampai 200 persen lebih mahal dari merek mobil Jepang lain. Makanya orang agak takut beli merek Nissan,” jelas Yudy. Dia mencontohkan model Nissan Serena varian Highway Star (HWS) yang harga barunya di angka Rp 400 juta lebih. Namun saat dijual kembali, harga MPV ini hanya dikisaran Rp 200 jutaan.

“Jadi image dari dulu harga Nissan jatuh memang betul. Contoh Serena HWS 2017 itu barunya di angka Rp 420 juta, sekarang sekennya cuma Rp 245 juta,” ungkap Yudy. “Kalau kita bandingkan dengan Toyota Innova G matic diesel, itu harga barunya kurang lebih Rp 330 juta-340 jutaan. Tapi saat dijual kembali unit bekasnya, harganya masih di angka Rp 250-260 juta. Berarti depresiasinya Nissan lebih banyak,” tukasnya.